Buletin El Fata
Edisi 13 Jum’at 30 Agustus 2019 / 29 Dzulhijjah 1440 H
MENGENAL MASJID AL AQSHO
Dalam membicarakan kota Jerusalem atau Baitul Maqdis, tentu tak
terlepas dari Masjidil Aqsa yang terdapat di dalamnya.
Masjid Al Aqsho merupakan kiblat umat Muslim pertama kali.
Selama 16-17 bulan kaum muslimin sholat menghadap Masjid Al Aqsho, sebelum
akhirnya turun surat Al Baqarah ayat 144 yang memerintahkan untuk merubah
kiblat menghadap ke Ka’bah.
Luas keseluruhan kompleks Masjid Al Aqsha adalah sekitar 144.000
meter persegi dan dapat menampung 400.000 jamaah.
Ada beberapa hadist dan ayat Al-Qur’an yang patut kita ketahui
tentang masjid Al Aqsho, seperti diantaranya adalah:
1. Masjid kedua
dibangun dimuka bumi.
Masjid Al Aqsha adalah tempat suci
ketiga umat Islam setelah Masjid Al Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di
Madinah. Dalam kepercayaan umat Islam, Masjid Al Aqsha adalah tempat ibadah
tertua di dunia setelah Masjid Al Haram. Imam Muslim menyampaikan hadits yang
diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari:
Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam. mengenai masjid yang mula-mula dibangun di atas bumi
ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. menjawab, "Masjid
Al-Haram." Saya bertanya, "Kemudian masjid mana?" Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam. menjawab, "Masjid Al Aqsha."
Saya bertanya, "Berapa jarak waktu antara keduanya?" Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam. menjawab, "Empat puluh tahun.
Kemudian seluruh bumi Allah adalah tempat sujud bagimu. Maka di manapun kamu
mendapati waktu salat, maka shalatlah."[Sunarto, Achmad (2002).
Terjemah Hadits Shahih Muslim, Penerbit Hussaini, Bandung. Hlm. 246.
2. Sholat
didalamnya berpotensi menebus dosa
Baitul Maqdis telah dibangun Nabi
Sulaiman pada masanya sebagai rumah ibadah kepada Allah SWT, sebagaimana dari
Abdullah bin Amru bin Al-Ash, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
beliau bersabda. “Sesungguhnya , ketika Sulaiman bin Dawud membangun Baitul
Maqdis, (ia) meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tiga perkara. (Yaitu),
meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar (diberi taufiq) dalam memutuskan
hukum yang menepati hukumNya, lalu dikabulkan ; dan meminta kepada Allah
Subhanahu wa Ta’ala dianugerahi kerajaan yang tidak patut diberikan kepada
seseorang setelahnya, lalu dikabulkan ; serta memohon kepada Allah Subhanahu
wa Ta’ala bila selesai membangun masjid, agar tidak ada seorangpun yang
berkeinginan shalat disitu, kecuali agar dikeluarkan dari kesalahannya, seperti
hari kelahirannya” (Dalam riwayat lain berbunyi : Lalu Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam berkata : “Adapun yang dua, maka telah diberikan. Dan
saya berharap, yang ketigapun dikabulkan)” [Hadits ini diriwayatkan
An-Nasa’i, dan ini lafadz beliau, Ahmad dalam musnad-nya Ibnu Majah, Ibnu
Hibban, Al-Haakim dalam kitab Mustadrak dan Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul
Iman].
3. Berdiri ditanah
yang diberkahi
Maha suci Allah, yang telah
memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil
Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya
sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha
mendengar lagi Maha mengetahui. (Surat Al-Isra’, ayat : 1)
Maksudnya: Al Masjidil Aqsha dan
daerah-daerah sekitarnya dapat berkah dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di
negeri itu dan kesuburan tanahnya.
4. Masjidil Aqsa
adalah diantara 3 masjid yang diminta
Rasulullah kepada umatnya untuk dikunjungi.
Sebagaimana diriwayatkan dari Abu
Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata.“Dari Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :
لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ
إِلاَّ إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا
وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَ
“Tidak boleh bersusah-payah bepergian,
kecuali ke tiga masjid, (yaitu) Masjidil Haram, Masjid Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam, dan Masjidil Aqsha” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].
5. Baitul Maqdis
juga merupakan tempat dibangkitkan dan dikumpulkan setelah kiamat nanti.
Seperti diriwayatkan oleh Imam Ahmad
dalam Musnad-nya bahwa Maimunah, saudara perempuan Sa’ad dan pembantu
Rasulullah SAW, berkata : Wahai Nabi, berikanlah kami sebuah pernyataan tentang
Baitul Maqdis.’ Nabi menjawab, ‘Dia adalah tanah tempat manusia dibangkitkan
dan dikumpulkan.” (HR. Ahmad).
6. Sholat
didalamnya berpahala 1.000 kali sholat dimasjid selainya.
أَنَّ مَيْمُونَةَ
مَوْلَاةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ يَا نَبِيَّ
اللَّهِ أَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ أَرْضُ الْمَنْشَرِ
وَالْمَحْشَرِ ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ فَإِنَّ صَلَاةً فِيهِ كَأَلْفِ صَلَاةٍ
فِيمَا سِوَاهُ
Maimunah binti Sa’ad dalam hadits
tentang berziarah ke Masjid Al Aqsha menyebutkan, "Ya Nabi Allah, berikan
fatwa kepadaku tentang Baitul Maqdis." Nabi bersabda, "Tempat
dikumpulkannya dan disebarkannya (manusia). Maka datangilah ia dan shalat di
dalamnya, karena shalat di dalamnya seperti salat 1.000 rakaat di
selainnya." Maimunah berkata lagi, "Bagaimana jika aku tidak bisa?"
"Maka berikanlah minyak untuk penerangannya. Barang siapa yang
memberikannya maka seolah ia telah mendatanginya."[HR. Ibu Majah)
7. Tempat Singgah
Isra’-Mi’raj Nabi
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أُتِيتُ
بِالْبُرَاقِ وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ طَوِيلٌ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ
الْبَغْلِ يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ قَالَ فَرَكِبْتُهُ حَتَّى
أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ قَالَ فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ
بِهِ الْأَنْبِيَاءُ قَالَ ثُمَّ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَصَلَّيْتُ فِيهِ
رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ خَرَجْتُ
Artinya: “Aku telah didatangi
Buraq. Yaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari keledai
tetapi lebih kecil dari bighal. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut buraq
tersebut mencapai ujungnya. Beliau bersabda lagi: “Maka aku segera
menungganginya sehingga sampai ke Baitul Maqdis. Beliau bersabda lagi:
“Kemudian aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan
oleh para Nabi. Sejurus kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan
shalat sebanyak dua rakaat. Setelah selesai aku terus keluar.” (HR Muslim).









