Buletin El Fata
Setiap Muslim mengetahui, Mekkah merupakan tempat yang sangat mulia.
Setiap muslim memiliki impian untuk bisa menjejakkan kaki di kota itu. Baik
untuk mengerjakan ibadah haji ataupun umrah saja. Kerinduan bertandang ke sana
tetap besar, terlebih bagi orang yang pernah merasakan kenikmatan berada di
kota suci tersebut.
Al-Masjid al-Haram (bahasa Arab:( المسجد الحرام) adalah sebuah masjid yang
berlokasi di pusat kota Mekkah yang dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat
Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Masjid ini
dibangun mengelilingi Ka'bah yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam
mengerjakan ibadah Salat. Masjid ini juga merupakan masjid terbesar di dunia,
diikuti oleh Masjid Nabawi di Madinah al-Munawarah sebagai masjid terbesar
kedua di dunia serta merupakan dua masjid suci utama bagi umat Muslim. Luas
keseluruhan masjid ini mencapai 356800 m2 dengan kemampuan menampung jamaah
sebanyak 820.000 jamaah ketika musim haji dan mampu bertambah menjadi dua juta
jamaah ketika salat Ied.
Kepentingan masjid ini sangat diperhitungkan dalam agama Islam,
karena selain menjadi kiblat, masjid ini juga menjadi tempat bagi para jamaah haji
melakukan beberapa ritual wajib, yaitu tawaf, dan sa'i.
Sejarah Masjidil Haram tidak lepas dari pembangunan Kakbah jauh
sebelum Nabi Adam diciptakan. Setelah Nabi Adam dan Hawa turun ke bumi, mereka
diperintahkan oleh Allah untuk membangun bangunan di sebuah lembah yang bernama
Bakkah (saat ini menjadi bagian dari Kota Mekkah al-Mukarramah)[4]. Namun
bangunan tersebut hancur akibat air bah pada masa Nabi Nuh. Sampai beberapa
abad kemudian, Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi
Isma'il untuk membangun sebuah bangunan di tengah perempatan kota Mekkah untuk
dijadikan tempat beribadah Mereka berdua lah yang pertama kali meletakkan Hajar
Aswad dan Maqam Ibrahim di sekitar Kakbah. Sejak pembangunan tersebut, Kakbah
dan Masjidil Haram dijaga oleh para keturunan Isma'il.
Bangunan Bersejarah :
Kakbah
Kakbah, sebuah bangunan yang terletak di tengah Masjidil Haram
Kakbah adalah Bait Suci atau tempat beribadah kepada Allah yang
pertama kali didirikan di muka bumi. Bentuk bangunan Kakbah mendekati bentuk
kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah. Bangunan ini adalah
monumen suci bagi kaum muslim (umat Islam) dan merupakan bangunan yang dijadikan
patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal-hal yang bersifat ibadah bagi
umat Islam di seluruh dunia seperti salat. Selain itu, Kakbah juga merupakan
bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.
Hajar Aswad
Orang-orang berebut mencium Hajar Aswad.
Hajar Aswad (Arab: حجر أسود) merupakan sebuah batu yang diyakini oleh
umat Islam berasal dari surga, dan yang pertama kali menemukannya Nabi Ismail
dan yang meletakkannya adalah Nabi Ibrahim. Dahulu kala batu ini memiliki sinar
yang terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama
sinarnya semakin meredup dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini
memiliki aroma yang unik dan ini merupakan aroma wangi alami yang dimilikinya
semenjak awal keberadaannya, dan pada saat ini batu Hajar Aswad tersebut
ditaruh di sisi luar Kabah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya.
Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah Nabi Muhammad, karena Rasulullah
selalu menciumnya setiap saat tawaf.
Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim merupakan bangunan yang mencakup batu lebar kecil
yang terletak kurang lebuh 20 hasta di sebelah timur Ka'bah. Tempat ini
bukanlah tempat yang menjadi kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana dugaan atau
pendapat kebanyakan orang. Sebaliknya di dalam bangunan kecil ini terdapat
sebuah batu yang diturunkan oleh Allah dari Surga bersamaan dengan dengan
batu-batu kecil lainnya yang terdapat di Hajar Aswad. Di atas batu Maqam
Ibrahim ini, Nabi Ibrahim pernah berdiri di waktu ia membangun Ka'bah disampingnya
putranya Nabi Isma'il memberikan bongkah-bongkah batu kepadanya.
Shofa dan Marwah
Masjidil Haram merupakan tempat dari Ka'bah, titik tujuan utama
salat bagi seluruh muslim. Shofa — yang merupakan tempat dimulainya ritual sa'i
(Arab: سعى)
— terletak kurang lebih setengah mil dari Ka'bah. Marwah terletak sekitar 100
yard dari Ka'bah. Jarak antara Shofa dan Marwah sekitar 450 meter, sehingga
perjalanan tujuh kali berjumlah kurang lebih 3,15 kilometer. Kedua tempat itu
dan jalan diantaranya sekarang berada di dalam bagian mesjid.
Hijr Isma'il
Hijr Ismail adalah sebuah tempat sebelah utara bangunan Ka'bah,
berbentuk setengah lingkaran, dibangun oleh Nabi Ibrahim alaihissalam, termasuk
bangunan suci umat Islam.
Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah membangun Ka’bah secara
sempurna termasuk di dalamnya Hijr ini. Kemudian dinding Ka’bah sempat roboh
akibat bekas kebakaran dan banjir yang menerjangnya. Kemudian pada tahun 606 M,
kaum Quraisy merobohkan sisa dinding Ka’bah lalu merenovasi kembali. Akan
tetapi, karena kekurangan dana yang halal untuk menyempurnakan pembangunan
sesuai pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, akhirnya mereka mengeluarkan
bagian bangunan hijr dan sebagai gantinya mereka membangun dinding pendek,
sebagai tanda bahwa ia termasuk bangunan dari Ka’bah. Hal ini dilakukan karena
mereka telah memberikan syarat pada diri mereka sendiri untuk tidak akan
menggunakan dana untuk pembangunan Ka'bah kecuali dari dana yang halal. Mereka
tidak menerima biaya dari hasil pelacuran, tidak juga jual beli riba dan tidak
juga dana dari menzalimi seseorang
Sumur Zam-zam
Sumur Zamzam terletak 11 meter dari Ka'bah. Menurut salah satu
keterangan, ia dapat menyedot air sebanyak 11-18,5 liter per detik, sehingga
dapat menghasilkan 660 liter air permenit dan 39.600 liter per jamnya.
Dari mata air ini terdapat beberapa celah, di antaranya ada
celah ke arah Hajar Aswad dengan panjang 75 cm, dengan tinggi 30 cm yang juga
menghasilkan air sangat banyak. Beberapa celah mengarah kepada Shafa dan Marwa,
serta ada yang mengarah pula ke arah pengeras suara dengan panjang 70 cm dan
tinggi 30 cm.
Dahulu, di atas sumur Zamzam ada bangunan dengan luas 8 m × 10,7
m = 88.8 m2. Tapi bangunan ini ditiadakan untuk meluaskan tempat tawaf,
sehingga ruang minumnya dipindahkan ke ruang bawah tanah di bawah tempat tawaf,
dengan 23 anak tangga yang dilengkapi penyejuk udara. Tempat masuk ruang
minumnya terpisah antara laki-laki dan perempuan. Di situ, terdapat 350 keran
air minum, yaitu 220 ada di sisi ruang laki-laki dan 130 di sisi ruang
perempuan. Sumur Zamzam yang telah dipagari dengan kaca tebal itu dapat dilihat
dari ruangan laki-laki .


Tidak ada komentar:
Posting Komentar