Rabu, 28 Agustus 2019

MENGENAL MASJID AL AQSHO

Buletin El Fata 

Edisi 13   Jumat  30  Agustus 2019 / 29  Dzulhijjah 1440 H





MENGENAL  MASJID  AL AQSHO


Dalam membicarakan kota Jerusalem atau Baitul Maqdis, tentu tak terlepas dari Masjidil Aqsa yang terdapat di dalamnya.

Masjid Al Aqsho merupakan kiblat umat Muslim pertama kali. Selama 16-17 bulan kaum muslimin sholat menghadap Masjid Al Aqsho, sebelum akhirnya turun surat Al Baqarah ayat 144 yang memerintahkan untuk merubah kiblat menghadap ke Ka’bah.

Luas keseluruhan kompleks Masjid Al Aqsha adalah sekitar 144.000 meter persegi dan dapat menampung 400.000 jamaah.

Ada beberapa hadist dan ayat Al-Qur’an yang patut kita ketahui tentang masjid Al Aqsho, seperti diantaranya adalah:

1.       Masjid kedua dibangun dimuka bumi.

Masjid Al Aqsha adalah tempat suci ketiga umat Islam setelah Masjid Al Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Dalam kepercayaan umat Islam, Masjid Al Aqsha adalah tempat ibadah tertua di dunia setelah Masjid Al Haram. Imam Muslim menyampaikan hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari:

Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. mengenai masjid yang mula-mula dibangun di atas bumi ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. menjawab, "Masjid Al-Haram." Saya bertanya, "Kemudian masjid mana?" Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. menjawab, "Masjid Al Aqsha." Saya bertanya, "Berapa jarak waktu antara keduanya?" Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. menjawab, "Empat puluh tahun. Kemudian seluruh bumi Allah adalah tempat sujud bagimu. Maka di manapun kamu mendapati waktu salat, maka shalatlah."[Sunarto, Achmad (2002). Terjemah Hadits Shahih Muslim, Penerbit Hussaini, Bandung. Hlm. 246.

2.       Sholat didalamnya berpotensi menebus dosa

Baitul Maqdis telah dibangun Nabi Sulaiman pada masanya sebagai rumah ibadah kepada Allah SWT, sebagaimana dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda. “Sesungguhnya , ketika Sulaiman bin Dawud membangun Baitul Maqdis, (ia) meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tiga perkara. (Yaitu), meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar (diberi taufiq) dalam memutuskan hukum yang menepati hukumNya, lalu dikabulkan ; dan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dianugerahi kerajaan yang tidak patut diberikan kepada seseorang setelahnya, lalu dikabulkan ; serta memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bila selesai membangun masjid, agar tidak ada seorangpun yang berkeinginan shalat disitu, kecuali agar dikeluarkan dari kesalahannya, seperti hari kelahirannya” (Dalam riwayat lain berbunyi : Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Adapun yang dua, maka telah diberikan. Dan saya berharap, yang ketigapun dikabulkan)” [Hadits ini diriwayatkan An-Nasa’i, dan ini lafadz beliau, Ahmad dalam musnad-nya Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Haakim dalam kitab Mustadrak dan Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman].

3.       Berdiri ditanah yang diberkahi
Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Surat Al-Isra’, ayat : 1)

Maksudnya: Al Masjidil Aqsha dan daerah-daerah sekitarnya dapat berkah dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya.

4.       Masjidil Aqsa adalah  diantara 3 masjid yang diminta Rasulullah kepada umatnya untuk dikunjungi.
Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata.“Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَ
“Tidak boleh bersusah-payah bepergian, kecuali ke tiga masjid, (yaitu) Masjidil Haram, Masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Masjidil Aqsha” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

5.       Baitul Maqdis juga merupakan tempat dibangkitkan dan dikumpulkan setelah kiamat nanti.

Seperti diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya bahwa Maimunah, saudara perempuan Sa’ad dan pembantu Rasulullah SAW, berkata : Wahai Nabi, berikanlah kami sebuah pernyataan tentang Baitul Maqdis.’ Nabi menjawab, ‘Dia adalah tanah tempat manusia dibangkitkan dan dikumpulkan.” (HR. Ahmad).

6.       Sholat didalamnya berpahala 1.000 kali sholat dimasjid selainya.

أَنَّ مَيْمُونَةَ مَوْلَاةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ أَرْضُ الْمَنْشَرِ وَالْمَحْشَرِ ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ فَإِنَّ صَلَاةً فِيهِ كَأَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ
Maimunah binti Sa’ad dalam hadits tentang berziarah ke Masjid Al Aqsha menyebutkan, "Ya Nabi Allah, berikan fatwa kepadaku tentang Baitul Maqdis." Nabi bersabda, "Tempat dikumpulkannya dan disebarkannya (manusia). Maka datangilah ia dan shalat di dalamnya, karena shalat di dalamnya seperti salat 1.000 rakaat di selainnya." Maimunah berkata lagi, "Bagaimana jika aku tidak bisa?" "Maka berikanlah minyak untuk penerangannya. Barang siapa yang memberikannya maka seolah ia telah mendatanginya."[HR. Ibu Majah)

7.       Tempat Singgah Isra’-Mi’raj Nabi

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ طَوِيلٌ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ قَالَ فَرَكِبْتُهُ حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ قَالَ فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ قَالَ ثُمَّ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ خَرَجْتُ
Artinya: “Aku telah didatangi Buraq. Yaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bighal. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut buraq tersebut mencapai ujungnya. Beliau bersabda lagi: “Maka aku segera menungganginya sehingga sampai ke Baitul Maqdis. Beliau bersabda lagi: “Kemudian aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para Nabi. Sejurus kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan shalat sebanyak dua rakaat. Setelah selesai aku terus keluar.” (HR Muslim).


Text Box: Buletin el-Fata. 
Penasehat: Dr.Jamaluddin, Sp.M(K) , Sulaiman S. Ag. M. Pd.I Pimpinan Redaksi : M Khoirul Amd  Editor: Dra. Afri Asiatin Apt. Sekretaris: Pandu. Bendahara: Raka. Desain: Rizki. Distribusi dan Logistik: Tofa. Telp : 085642154046 Blog : https://buletinelfata.blogspot.com Alamat Redaksi: Sentra Dakwah Yayasan Jauharul Ummah  Jl.Jamburaya no. 159 Perumnas Kamal Bangkalan.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DENGKUL DAN PINGGUL

Jum at 25 June 2021 Oleh : Dahlan Iskan DENGKUL DAN PINGGUL IA pengusaha kaya. Punya pabrik kecap dan saus. Punya kebun durian. Vilanya di l...