Rabu, 28 Agustus 2019

URGENSI ILMU

Buletin El Fata 
 Edisi    01    Jumat  10  Mei  201






URGENSI   ILMU


Ilmu pengetahuan adalah hal yang penting bagi kehidupan agar manusia dapat mencapai salah satu tujuan penciptaan manusia, yaitu menjadi khalifah di bumi. Oleh sebab itu seorang muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu agar dapat memahami hakikat kehidupan dan isinya serta mengetahui bagaimana proses penciptaan manusia dan makhluk lainnya, agar kita mengerti akan hakikat penciptaan manusia, sehingga bertambah keimanan mereka terhadap Allah SWT.

Keutamaan menuntut ilmu agama sangatlah banyak, bahkan telah terhimpun lebih dari seratus keutamaan ilmu syar’i dalam kitab   miftah daaris sa’adah. Hal ini menunjukkan betapa besarnya kedudukan  ilmu agama. Disini akan kita sebutkan beberapa keutamaan ilmu agama yang sangat penting untuk diketahui, agar lebih memotivasi dalam belajar, diantaranya adalah sebagai berikut :

1)      Ilmu Menyebabkan Dimudahkannya Jalan menuju Surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim No. 2699).

Dikatakan bahwa ilmu memudahkan seseorang menempuh jalan menuju surga.  Karena hanya dengan ilmu lah manusia mengerti mana yang haq dan mana yang bathil. hanya, mana dosa mana pahala. Dengan begitu maka sangat wajar jika para pemburu ilmu dimudahkan jalannya menuju surga.

2)      Tanda cinta Allah kepada hamba

Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ ( متفق عليه)
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan bagi seseorang maka Allah akan pahamkan ilmu agama kepadanya. (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037).).

Diantara tanda cinta Allah kepada hambanya ialah dengan memahamkan hamba tersebut terhadap ajaran agama-Nya. Dengan memahami hukum-hkum syariat Islam maka orang akan terbimbing menjadi pribadi yang sholeh, sehingga Allah ridho dan cinta.

 



kepada dirinya. Mustahil seorang manusia menjadi baik dan sholeh tanpa adanya wawasan agama yang memadai. Jadi dapat kita simpulkan bahwa tanda cinta Allah kepada hambanya itu bukan dari seberapa banyak materi yang Allah berikan kepada hamba tersebut, akan tetapi tanda cinta Allah kepada hamba-Nya ialah dengan dilihat seberapa luas Allah memahamkan agama kepada hamba tersebut.

3)      Ilmu yang bermanfaat akan kekal, sedang harta akan musnah

        Disebutkan dalam sebuah  hadits,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
 “Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang berdoa untuknya” (HR.Muslim no. 1631).

Meski ilmu sifatnya abstrak atau tidak tampak dan tidak bisa diraba, namun ilmu mempunyai sifat langgeng. Ilmu yang bermanfaat akan terus dipelajari dan diamalkan dari zaman ke zaman sehingga dengan begitu ilmu akan memberikan efek pahala bagi siapa saja yang berkecimpung mempelajari dan mengajarkannya, meski orang tersebut telah meninggal dunia, dan inilah yang dinamakan amal jariyah.

4)      Ilmu mengantarkan kepada takut kepada Allah.

Hal ini bisa direnungkan dalam ayat berikut,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28).

Proses mengenal Allah tidak sebagaimana halnya manusia yang berkenalan antara satu dengan yang lain. Allah itu ghaib (tidak terlihat oleh mata) namun Allah tampak terlihat keberadaanya pada setiap kuasanya. Untuk bisa menjelajahi setiap kuasanya maka perlu adanya ilmu. Ilmu tersebut telah Allah SWT banyak paparkan didalam firman-Nya dan juga sunnah Nabi-Nya.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling takut pada Allah dengan takut yang sebenarnya adalah para ulama (orang yang berilmu). Karena semakin seseorang mengenal Allah Yang Maha Agung, Maha Mampu, Maha Mengetahui dan Dia disifati dengan sifat dan nama yang sempurna dan baik, lalu ia mengenal Allah lebih sempurna, maka ia akan lebih memiliki sifat takut dan akan terus bertambah sifat takutnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 308).
Inilah yang dikatakan sebagai ilmu yang sebenarnya. Semakin luas ilmu yang dipelajari maka seseorang akan semakin merunduk dan tawadhu.  (by: eiruelamirudin@gmail.com)


Text Box: Buletin el-Fata. 
Penasehat : Dr.Jamaludin, S.pM(K) , Sulaiman S. Ag. M. Pd.I Pimpinan Redaksi : Khoirul Amd  Editor : Dra. Afri Asiatin Apt. Sekertaris : Pandu. Bendahar : Raka Desigh Desain : Rizki Telp : 085642154046 Email : pemudaelfata@gmail.com
Alamat Redaksi : Centra Dakwah Yayasan Jauharul Ummah  Jl.Jamburaya no. 159 Perumnas Kamal Bangkalan.
 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DENGKUL DAN PINGGUL

Jum at 25 June 2021 Oleh : Dahlan Iskan DENGKUL DAN PINGGUL IA pengusaha kaya. Punya pabrik kecap dan saus. Punya kebun durian. Vilanya di l...