Buletin El Fata
Edisi 01 Jum’at 10 Mei 2019
URGENSI ILMU
Ilmu
pengetahuan adalah hal yang penting bagi kehidupan agar manusia dapat mencapai
salah satu tujuan penciptaan manusia, yaitu menjadi khalifah di bumi. Oleh
sebab itu seorang muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu agar dapat memahami
hakikat kehidupan dan isinya serta mengetahui bagaimana proses penciptaan
manusia dan makhluk lainnya, agar kita mengerti akan hakikat penciptaan
manusia, sehingga bertambah keimanan mereka terhadap Allah SWT.
Keutamaan
menuntut ilmu agama sangatlah banyak, bahkan telah terhimpun lebih dari seratus
keutamaan ilmu syar’i dalam kitab miftah daaris sa’adah. Hal ini
menunjukkan betapa besarnya kedudukan
ilmu agama. Disini akan kita sebutkan beberapa keutamaan ilmu agama yang
sangat penting untuk diketahui, agar lebih memotivasi dalam belajar,
diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Ilmu Menyebabkan Dimudahkannya
Jalan menuju Surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ
فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu
padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim No.
2699).
Dikatakan bahwa ilmu memudahkan seseorang menempuh
jalan menuju surga. Karena hanya dengan
ilmu lah manusia mengerti mana yang haq dan mana yang bathil. hanya, mana dosa mana
pahala. Dengan begitu maka sangat wajar jika para pemburu ilmu dimudahkan
jalannya menuju surga.
2) Tanda cinta Allah kepada hamba
Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ
يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ ( متفق عليه)
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan bagi
seseorang maka Allah akan pahamkan ilmu agama kepadanya. (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037).).
Diantara tanda cinta Allah kepada hambanya ialah
dengan memahamkan hamba tersebut terhadap ajaran agama-Nya. Dengan memahami
hukum-hkum syariat Islam maka orang akan terbimbing menjadi pribadi yang
sholeh, sehingga Allah ridho dan cinta.
kepada dirinya. Mustahil seorang manusia menjadi baik
dan sholeh tanpa adanya wawasan agama yang memadai. Jadi dapat kita simpulkan
bahwa tanda cinta Allah kepada hambanya itu bukan dari seberapa banyak materi
yang Allah berikan kepada hamba tersebut, akan tetapi tanda cinta Allah kepada
hamba-Nya ialah dengan dilihat seberapa luas Allah memahamkan agama kepada
hamba tersebut.
3) Ilmu yang bermanfaat akan
kekal, sedang harta akan musnah
Disebutkan
dalam sebuah hadits,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ
عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ
بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seorang
manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah,
ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang berdoa untuknya” (HR.Muslim no.
1631).
Meski ilmu sifatnya abstrak atau tidak tampak dan
tidak bisa diraba, namun ilmu mempunyai sifat langgeng. Ilmu yang bermanfaat
akan terus dipelajari dan diamalkan dari zaman ke zaman sehingga dengan begitu
ilmu akan memberikan efek pahala bagi siapa saja yang berkecimpung mempelajari
dan mengajarkannya, meski orang tersebut telah meninggal dunia, dan inilah yang
dinamakan amal jariyah.
4) Ilmu mengantarkan kepada takut
kepada Allah.
Hal ini bisa direnungkan dalam ayat berikut,
إِنَّمَا
يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS.
Fathir: 28).
Proses mengenal Allah tidak sebagaimana halnya manusia
yang berkenalan antara satu dengan yang lain. Allah itu ghaib (tidak terlihat
oleh mata) namun Allah tampak terlihat keberadaanya pada setiap kuasanya. Untuk
bisa menjelajahi setiap kuasanya maka perlu adanya ilmu. Ilmu tersebut telah
Allah SWT banyak paparkan didalam firman-Nya dan juga sunnah Nabi-Nya.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang
paling takut pada Allah dengan takut yang sebenarnya adalah para ulama (orang
yang berilmu). Karena semakin seseorang mengenal Allah Yang Maha Agung, Maha
Mampu, Maha Mengetahui dan Dia disifati dengan sifat dan nama yang sempurna dan
baik, lalu ia mengenal Allah lebih sempurna, maka ia akan lebih memiliki sifat
takut dan akan terus bertambah sifat takutnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6:
308).
Inilah yang dikatakan sebagai ilmu yang sebenarnya.
Semakin luas ilmu yang dipelajari maka seseorang akan semakin merunduk dan
tawadhu. (by: eiruelamirudin@gmail.com)
![]() |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar