Jumat, 25 September 2020

RUMAH PERADABAN ISLAM

 MENGENAL BAYT AL HIKMAH, PUSAT PENELITIAN ILMIAH TERBAIK DI DUNIA PADA MASA KEKHALIFAHAN ABBASIYAH

Dalam sejarah umat manusia, mungkin belum ada contoh peradaban yang dapat tumbuh besar tanpa adanya minat yang besar dari bangsa tersebut pada ilmu pengetahuan, riset dan inovasi. Peradaban Islam pun demikian. 

Sejarah mengenal bagaimana Islam mencapai masa keemasaannya pada abad ke-8 dan terus berlangsung sampai lima abad setelahnya. Tak terhitung banyaknya karya yang lahir dari para ilmuan Muslim pada era itu. Berbagai penemuan dan inovasi di segala bidang ilmu terjadi. Bahkan hingga hari ini, hasil karya mereka masih menjadi landasan hampir semua cabang ilmu pengetahuan di dunia. Adapun pusat episentrum kemajuan Islam tersebut dikenal dengan nama Bayt Al-Hikmah.

Bayt Al-Hikmah merupakan terobosan sejarah yang monumental. Ini adalah lembaga penelitian pertama di dunia Islam. Didirikan atas perintah Khalifah Harun Al Rasyid sekitar tahun 800 M. Namun lembaga ini menjadi berkembang pada masa pemerintahan Al Ma’mun, yang merupakan anak Harun Al Rasyid. Al Ma’mum memindahkan ibu kota Abbasyiah dari Kufah ke Baghdad, sekaligus memindahkan ibu kota peradaban Islam dari Damaskus, Suriah, ke Baghdaad. Setelah jatuhnya Dinasti bani Umayah di Damaskus, praktis dinasti Abbasiyah menjadi satu-satunya pemerintahan Islam yang legitimate.

Pada waktu Al Ma’mum mendirikan Baghdad, tak lupa ia meletakkan perpustakaan dan Bayt Al Hikmah dalam kawasan inti kota Baghdad. Di Baghdad, baik perpustakaan dan Bayt Al Hikmah, menjadi etelase peradaban dunia Islam masa itu. Semua murid dan guru berdatangan ke kawasan ini untuk mengali ilmu ataupun belajar disini.

Di tempat ini, berbagai literatur dunia dari setiap zaman dikaji, diteliti, dan dikembangkan. Naskah-naskah dari berbagai tempat taklukan, ataupun negara sahabat dimasukkan ke dalam perpustakaan Baghdad dan dikaji di Bayt Al-Hikmah. Berbagai aktifitas keilmuan terjadi disini, mulai dari penerjemahan karya-karya dari berbagai negara dan zaman yang berbeda, hingga penelitian, observasi, dan inovasi.

Adapun untuk kebutuhan penerjemahan, para penerjemah dari berbagai negara dipanggil. Kitab dan karya dari Bahasa Parsi, Ibrani, Aram, Syiria, Yunani, Latin dan India (sangsekerta), diterjemahkan ke dalam bahsa Arab, yang merupakan bahasa nasional Abbasiyah waktu itu. Karya-karya tersebut kemudian di syarah (dikomentari), dikritik, dan dikembangkan. Ratusan pelajar bekerja setiap hari meningkatkan jumlah koleksi buku maupun karya tulis.

Alasan utama berkembangnya kegiatan ini, tidak lain karena didukung oleh infrastruktur yang memadai, yaitu pabrik pembuatan kertas. Di Baghdad sendiri, pabrik pembuatan kertas pertama kali dibangun atas dasar permintaan dari Bayt Al Hikmah. Tingginya kebutuhan sarana tulis menulis pada masa ini, menjadikan kertas sebagai kodefikasi kemajuan Abbasiyah.

Menariknya, semua kegiatan keilmuan ini didukung oleh Negara. Setiap ilmuwan yang datang dan mengkontribusikan ilmunya di sana, akan mendapat bayaran yang menarik. Negara akan membayar setiap buku yang diterbitkan ataupun diterjemahkan dengan emas seberat buku tersebut. Pada masa ini, ilmuan didudukkan pada posisi yang begitu mulia. Mereka bekerja di kawasan elit kota, dan diberikan bayaran yang menarik. Bahkan semua ide, proposal penelitian dan pengembangan terhadap ilmu pengetahuan difasilitasi oleh Negara. Maka sangat wajar bila kemudian kota ini menjadi destinasi utama para ilmuan dunia. Hanya satu abad setelah dibangun Bayt Al Hikmah, Perpustakaan Baghdad sudah menjadi pusat koleksi literatur paling lengkap di dunia pada masa itu

Salah satu terobosan paling besar dan berpengaruh yang dihasilkan oleh cendikiawan Bayt Al Hikmah, adalah Kitab al-Jabr wa’l-muqabla atau biasa disebut Aljabar (Al-Jabr) oleh al Khwarizmi pada abad ke 9 masehi. Di dunia barat, karya ini dikenal dengan ‘Book of Restoring and Balancing‘, buku ini dapat dianggap sebagai buku induk matematika dan algoritma hingga saat ini. Tidak hanya di bidang matematika, Bayt Al Hikmah sudah menelurkan karya yang menjadi pondasi atau dasar matematika modern, astronomi, fisika, kimia, kedokteran, ilmu teknik dan sastra. 

Sumber : https://ganaislamika.com/bayt-al-hikmah-lembaga-riset-pertama-islam/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DENGKUL DAN PINGGUL

Jum at 25 June 2021 Oleh : Dahlan Iskan DENGKUL DAN PINGGUL IA pengusaha kaya. Punya pabrik kecap dan saus. Punya kebun durian. Vilanya di l...